Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Maret 2014

AIR BAGI KEHIDUPAN MANUSIA



Salah satu kebutuhan pokok sehari-hari makhluk hidup di dunia ini yang tidak dapat terpisahkan adalah Air. Tidak hanya penting bagi manusia Air merupakan bagian yang penting bagi makhluk hidup baik hewan dan tubuhan. Tanpa air kemungkinan tidak ada kehidupan di dunia inti karena semua makhluk hidup sangat memerlukan air untuk bertahan hidup.

Manusia mungkin dapat hidup beberapa hari akan tetapi manusia tidak akan bertahan selama beberapa hari jika tidak minum karena sudah mutlak bahwa sebagian besar zat pembentuk tubuh manusia itu terdiri dari 73% adalah air.

Jadi bukan hal yang baru jika kehidupan yang ada di dunia ini dapat terus berlangsung karen tersedianya Air yang cukup.

Dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidupnya, manusia berupaya mengadakan air yang cukup bagi dirinya sendiri.

Berikut ini air merupakan kebutuhan pokok bagi manusia dengan segala macam kegiatannya, antara lain digunakan untuk:
keperluan rumah tangga, misalnya untuk minum, masak, mandi, cuci dan pekerjaan lainnya,
keperluan umum, misalnya untuk kebersihan jalan dan pasar, pengangkutan air limbah, hiasan kota, tempat rekreasi dan lain-lainnya.
keperluan industri, misalnya untuk pabrik dan bangunan pembangkit tenaga listrik.
keperluan perdagangan, misalnya untuk hotel, restoran, dll.
keperluan pertanian dan peternakan
keperluan pelayaran dan lain sebagainya

Oleh karena itulah air sangat berfungsi dan berperan bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Penting bagi kita sebagai manusia untuk tetap selalu melestarikan dan menjaga agar air yang kita gunakan tetap terjaga kelestariannya dengan melakukan pengelolaan air yang baik seperti penghematan, tidak membuang sampah dan limbah yang dapat membuat pencemaran air sehingga dapat menggangu ekosistem yang ada.

ARTIKEL : AIR DAN MANFAAT BAGI KEHIDUPAN

Selasa, 11 Maret 2014

PEMANASAN GLOBAL PICU PERBANYAKAN MALARIA


Ahli ekologi dari University of Michigan mengungkapkan malaria cenderung meningkat ketika cuaca menghangat dan turun kembali ketika suhu dingin.
Studi itu dilakukan di dataran tinggi Ethiopia dan Kolombia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim yang menghangat akan berdampak signifikan terhadap kasus malaria di daerah berpenduduk padat di Afrika dan Amerika Selatan kecuali bila penyakit itu dipantau dan dikendalikan.
"Kami menemukan bahwa kasus malaria meningkat di dataran tinggi seiring iklim yang menghangat. Itu adalah sinyal kuat bahwa malaria di dataran tinggi merespon perubahan iklim," kata Mercedes Pascual, penulis di penelitian tersebut, seperti dikutip Science Daily.
Menurut Pascual, hal tersebut adalah bukti bahwa malaria juga terpengaruh perubahan iklim.
Cuaca yang menghangat menjadikan lebih banyak orang terpapar malaria di area tropis seperti Ethiopia dan Kolombia.
20 tahun yang lalu, malaria diidentifikasi sebagai penyakit yang sensitif terhadap perubahan iklim.
Parasit plasmodium yang menyebabkan penyakit itu dan juga nyamuk Anopheles yang menyebarkannya berkembang karena suhu hangat.
Pascual dan koleganya meneliti catatan kasus malaria di Kolombia bagian barat tahun 1990-2005 dan di Ethiopia dari tahun 1993-2005.
Mereka menemukan bahwa rata-rata tingginya kasus malaria terjadi pada tahun-tahun hangat dan kembali ke angka yang lebih rendah saat cuaca dingin.
"Penelitian terbaru kami menunjukkan bahwa pemanasan global yang progresif dapat menyebar ke daerah-daerah tinggi lainnya. Populasi ini rentan terhadap morbiditas dan kematian," kata Menno Bouma, dosen London School of Hygiene & Tropical Medicine.

PEMANASAN GLOBAL PICU PERBANYAKAN MALARIA

Jumat, 20 Desember 2013

MY MOTHER , MY HERO


Setiap tanggal 22 Desember, seluruh masyarakat Indonesia merayakan Hari Ibu. Sebuah peringatan terhadap peran seorang perempuan dalam keluarganya, baik itu sebagai istri untuk suaminya, ibu untuk anak-anaknya, maupun untuk lingkungan sosialnya. Tahukah Anda sejarah Hari Ibu sampai ditetapkan sebagai perayaan nasional?

Peringatan Hari Ibu diawali dari berkumpulnya para pejuang perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatra dan mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Salah satu hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Namun penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Bahkan, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember ini sebagai Hari Ibu melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959.

Para pejuang perempuan tersebut berkumpul untuk menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Para feminis ini menggarap berbagai isu tentang persatuan perempuan Nusantara, pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan, pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perdagangan anak-anak dan kaum perempuan. Tak hanya itu, masalah perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, pernikahan usia dini bagi perempuan, dan masih banyak lagi, juga dibahas dalam kongres itu. Bedanya dengan jaman sekarang, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis untuk perkembangan perempuan, tanpa mengusung kesetaraan jender.

Penetapan Hari Ibu ini diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain. Selain itu, Hari Ibu juga merupakan saat dimana kita mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini.

Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu. Berbagai kegiatan dan hadiah diberikan untuk para perempuan atau para ibu, seperti memberikan kado istimewa, bunga, aneka lomba untuk para ibu, atau ada pula yang membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.

Bagaimana dengan perayaan Hari Ibu Anda, adakah hadiah untuk ibu tercinta? (me)

SELAMAT HARI IBU , APRESIASI RASA CINTANYA DENGAN BAKTIMU

Jumat, 13 Desember 2013

JAUHI ; SEKS BEBAS DI KALANGAN REMAJA




Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti
kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.

Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.

Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dsb.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dsb.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : Penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.


Pada artikel ini, penulis akan membahas salah satu masalah sosial yang semakin sering kita dengar, yaitu Semakin banyaknya remaja Indonesia yang terlibat seks bebas. Dan salah satu latar belakang penulis membahas masalah ini, karena keprihatinan atas semakin mewabahnya masalah ini dikalangan remaja. Seperti yang dilansir oleh salah satu liputan di stasiun TV swasta berikut ini :

Data tersebut dikeluarkan oleh Komnas Perlindungan Anak yang mengambil survey di DKI Jakarta beberapa waktu silam.

Kita telah ketahui bahwa kebebasan bergaul remaja sangatlah diperlukan agar mereka tidak "kuper" sehingga "Banyak teman maka banyak pengetahuan". Namun tidak semua teman kita sejalan dengan apa yang kita inginkan. Mungkin mereka suka hura-hura, suka dengan yang berbau pornografi, dan tentu saja ada yang bersikap terpuji.
benar agar kita tidak terjerumus ke pergaulan bebas yang menyesatkan.
Masa remaja merupakan suatu masa yang menjadi bagian dari kehidupan manusia yang di dalamnya penuh dengan dinamika. Dinamika kehidupan remaja ini akan sangat berpengaruh terhadap pembentukan diri remaja itu sendiri. Masa remaja dapat dicirikan dengan banyaknya rasa ingin tahu pada diri seseorang dalam berbagai hal tidak terkecuali bidang seks Seiring dengan bertambahnya usia seseorang, organ reproduksipun mengalami perkembangan dan pada akhirnya akan mengalami kematangan.
Kematangan organ reproduksi dan perkembangan psikologis remaja yang mulai menyukai lawan jenisnya serta arus media informasi baik elektronik maupun non elektronik akan sangat berpengaruh terhadap perilaku seksual individu remaja tersebut.
Salah satu masalah yang sering timbul pada remaja terkait dengan masa awal kematangan organ reproduksi pada remaja adalah masalah kehamilan yang terjadi pada remaja diluar pernikahan. Apalagi apabila Kehamilan tersebut terjadi pada usia sekolah. Siswi yang mengalami kehamilan biasanya mendapatkan respon dari dua pihak. Pertama yaitu dari pihak sekolah, biasanya jika terjadi kehamilan pada siswi, maka yang sampai saat ini terjadi adalah sekolah meresponnya dengan sangat buruk dan berujung dengan dikeluarkannya siswi tersebut dari sekolah. Kedua yaitu dari lingkungan di mana siswi tersebut tinggal, lingkungan akan cenderung mencemooh dan mengucilkan siswi tersebut. Hal tersebut terjadi jika karena masih kuatnya nilai norma kehidupan masyarakat kita.
Kehamilan remaja adalah isu yang saat ini mendapat perhatian pemerintah. Karena masalah kehamilan remaja tidak hanya membebani remaja sebagai individu dan bayi mereka namun juga mempengaruhi secara luas pada seluruh strata di masyarakat dan juga membebani sumber-sumber kesejahteraan. Namun, alasan-alasannya tidak sepenuhnya dimengerti. Beberapa sebab kehamilan termasuk rendahnya pengetahuan tentang keluarga berencana, perbedaan budaya yang menempatkan harga diri remaja di lingkungannya, perasaan remaja akan ketidakamanan atau impulsifisitas, ketergantungan kebutuhan, dan keinginan yang sangat untuk mendapatkan kebebasan.
Selain masalah kehamilan pada remaja masalah yang juga sangat menggelisahkan berbagai kalangan dan juga banyak terjadi pada masa remaja adalah banyaknya remaja yang mengidap HIV/AID. Ini adalah sebab dari pudarnya moral para Remaja. dan kurang pedulinya kita ( Pemerintah, masyarakat, orang tua ) terhadap perkembangan moral generasi penerus bangsa.


Masalah tersebut perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak mengingat remaja merupakan calon penerus generasi bangsa. Ditangan remaja lah masa depan bangsa ini digantungkan. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan dalam upaya untuk mencegah semakin meningkatnya masalah yang terjadi pada remaja, yaitu antara lain :
Peran Orangtua :
Menanamkan pola asuh yang baik pada anak sejak prenatal dan balita
Membekali anak dengan dasar moral dan agama
Mengerti komunikasi yang baik dan efektif antara orangtua – anak
Menjalin kerjasama yang baik dengan guru
Menjai tokoh panutan bagi anak baik dalam perilaku maupun dalam hal menjaga lingkungan yang sehat
Menerapkan disiplin yang konsisten pada anak
Peran Guru :
Bersahabat dengan siswa
Menciptakan kondisi sekolah yang nyaman
Memberikan keleluasaan siswa untuk mengekspresikan diri pada kegiatan ekstrakurikuler
Menyediakan sarana dan prasarana bermain dan olahraga
Meningkatkan peran dan pemberdayaan guru BP
Meningkatkan disiplin sekolah dan sangsi yang tegas
Meningkatkan kerjasama dengan orangtua, sesama guru dan sekolah lain
Meningkatkan keamanan terpadu sekolah bekerjasama dengan Polsek setempat
Mewaspadai adanya provokator
Mengadakan kompetisi sehat, seni budaya dan olahraga antar sekolah
Menciptakan kondisi sekolah yang memungkinkan anak berkembang secara sehat dalah hal fisik, mental, spiritual dan sosial
Menghidupkan kembali kurikulum budi pekerti
Menyediakan sarana/prasarana yang dapat menampung agresifitas anak melalui olahraga dan bermain
Menegakkan hukum, sangsi dan disiplin yang tegas
Memberikan keteladanan
Peran Media :
Sajikan tayangan atau berita tanpa kekerasan ataupun yang berbau pornografi (jam tayang sesaui usia)
Sampaikan berita dengan kalimat benar dan tepat (tidak provokatif)
Adanya rubrik khusus dalam media masa (cetak, elektronik) yang bebas biaya khusus untuk remaja
Dan untuk para remaja mari berperilaku hidup sehat, Remaja yang bersikap hidup sehat adalah remaja:
Mengerti tujuan hidup
Memahami faktor penghambat maupun pendukung perkembangan kematangannya.
Bergaul dengan bijaksana
Terus menerus memperbaiki diri
Dan selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT
Sekian pembahasan dalam artikel ini, mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Semoga bermanfaat untuk para pembaca.

ARTIKEL : BAHAYA SEKS BEBAS DI KALANGAN REMAJA

Sabtu, 16 November 2013


Guru itu ibarat pemimpin, seorang guru mempunyai andil yang besar untuk melahirkan pemimpin-pemimpin baru dengan latar belakang profesi yang berbeda di masa depan. Arti guru merupakan aktor utama yang memastikan jiwa kepemimpinan yang tersimpan dalam diri setiap muridnya.Yang patut dicermati adalah guru memang takkan pernah bisa jadi pemimpin bila dia miskin integritas. Jika miskin integritas maka guru tidak mempunyai karisma dan inspirasi di depan murid-murid. Apabila guru sudah tak inspiratif bagi siswanya maka konsepsi guru sebagai sosok pemimpin hanya akan menjadi sekedar wacana.Alih-alih memberikan keteladanan, bisa jadi guru juga tak paham mengapa dan untuk apa mereka menjadi idola anak muda di Indonesia. Ketenaran serta popularitas itu membutuhkan kesadaran dan tanggung jawab yang besar. Arti guru adalah pemimpin. Walaupun bukan seorang bintang idola, namun sadarilah bahwa guru bisa melahirkan bintang google_protectAndRun idola berjiwa pemimpin. Seorang pemimpin bicara mengenai ide dan harapan masa depan. Idenya tersebut tidak melulu mengenai bagaimana meraih status pegawai negeri sipil atau mendapat tunjangan sertifikasi dan lain sebagainya. Guru sebagai pemimpin, memahami tentang manfaatnya yang sangat besar untuk menyiapkan pemimpin masa depan bagi Indonesia.Ciri seorang guru sebagai pemimpin adalah hidup yang merdeka dimana mereka tidak takut dengan atasan. Seorang guru tidak silau dengan harta dan jabatan. Mereka hanya takut jika cara berpikir dan bersikapnya jauh dari nilai-nilai kebenaran. Arti guru sebagai pemimpin akan jatuh bangun guna pertahankan idealisme kebenaran. Guru sebagai pemimpin harus tegar seperti batu karang yang menahan segala cobaan yang akan menguji karakter kepemimpinan mereka. Ada dua realitas yang bersebrangan yang harus dihadapi oleh guru. Pada satu sisi, seorang guru harus menginspirasi murid untuk cinta pada tanah air dan bangsa melalui karya terbaik mereka. Namun di lain pihak negara disesaki dengan tontonan perilaku pemimpin yang justru merusak tatanan kehidupan berbangsa serta bernegara. Sistem kehidupan yang tidak cukup kondusif membantu untuk menguatkan peran guru untuk melahirkan dan mendidik calon pemimpin baru di Indonesia. Sehingga, teori tidak pernah seiring dengan realitas yang terjadi. -

GURU PENYUKSES MASA DEPAN BANGSA

Jumat, 15 November 2013


Bulan Oktober merupakan bulan yang paling bersejarah untuk para pemuda pada saat itu, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928. Tanggal tersebut menjadi hari yang bersejarah bagi bangsa kita selain hari kemerdekaan yaitu hari Sumpah Pemuda. Sumpah pemuda merupakan hasil kerja keras para pemuda pada jamannya untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa kita, setelah ratusan tahun dijajah oleh kekuasaan para kolonis. Kondisi ketertindasan ini yang mendorong para pemuda untuk membulatkan tekad dan menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Bayangkan bagaimana perjuangan para pemuda pada saat itu untuk bangkit dan merebut kemerdekaan bangsa Indonesia. Dengan bersenjatakan bambu runcing dan tekad yang kuat mereka gigih berperang untuk melawan para penjajah. Sumpah pemuda adalah bukti hebat kebersamaan para pemuda yang rela berjuang untuk Indonesia, bersatu demi tanah air, bersama untuk menggapai kemerdekaan.

Kini bangsa kita telah 68 tahun merdeka dan para pemuda sudah tidak perlu lagi mengangkat senjata untuk melawan penjajah seperti dahulu. Mereka hanya perlu menuntut ilmu dan mengembangkan potensi diri untuk bangsa Indonesia. Menuntut ilmu agar pendidikan pemuda kita sekarang tidak tertinggal oleh pemuda yang tinggal di negeri maju lainnya. Agar kita dapat bersaing secara akademik untuk mejadikan negeri kita kelak yang masih berkembang menjadi negeri maju. Pengembangan  potensi diri pemuda pun sangat dibutuhkan agar kita dapat mengeksplor soft skill kita untuk ditunjukkan kepada negeri lain bahwa kita mampu mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Namun kini jarang sekali kita temukan pemuda yang masih menghargai arti perjuangan Sumpah Pemuda tersebut. Mereka seakan-akan menyepelekan dan menganggap semua mudah dilakukan karena terbuai oleh kecanggihan teknologi. Seharusnya mereka sadar bahwa apa yang mereka nikmati sekarang merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan pemuda dulu.

Selain karena kecanggihan teknologi, banyak pemuda yang menjadi pengangguran itu berarti kurangnya pengembangan potensi diri dari pemuda jaman sekarang. Sangat disayangkan sekali ketika tidak adanya lagi kegigihan yang selalu ditanamkan oleh pemuda terdahulu.

Dapat kita simpulkan bahwa arti Sumpah Pemuda kini telah pudar. Sumpah Pemuda hanya diartikan sebagai kisah bersejarah yang ada ketika jamannya. Seharusnya kita sebagai pemuda perubahan dapat mengaplikasikan isi dari Sumpah Pemuda tersebut yang telah didukung oleh segala hal yang dapat memperkuat kita untuk membela bangsa ini.

Mari kita sebagai pemuda perubahan bangsa menjadikan diri kita sebagai pemuda yang gigih dan tangguh untuk membela bangsa Indonesia dan menjadikan bangsa kita lebih maju. Merdeka!

Artikel : ARTI SUMPAH PEMUDA DALAM PERUBAHAN

Kamis, 14 November 2013


Apakah Kita Juga Pahlawan?



Menyebut kata “Pahlawan” maka yang terbayangkan adalah para pejuang yang telah gugur membela kemerdekaan negeri ini. Kata Pahlawan bahkan identik dengan tentara dan peperangan. Padahal, apakah hanya tentara yang berhak disebut pahlawan? Apakah  hanya mereka yang memanggul senjata di medan perang yang layak menjadi pahlawan? Lantas, siapakah yang disebut pahlawan? Tindakan seperti apakah yang disebut heroik? Siapakah yang berhak menyematkan gelar pahlawan?

Di Jakarta ada monumen yang terkenal dengan sebutan “Patung atau Tugu Tani” yang berada di Taman Segitiga Menteng, Jakarta Pusat. Patung perunggu ini adalah karya dua pematung kenamaan Rusia yang  menggambarkan seorang anak laki-laki yang siap berangkat ke medan perang memakai topi caping menyandang senapan dan di sampingnya seorang wanita (ibunya) yang sedang mengantarkannya berangkat menuju ke medan perang dengan membekalinya sepiring nasi untuk mendorong semangat dan keberanian perjuangan anaknya.

Pada tahun 1963 Presiden Soekarno meresmikan patung tersebut dan terdapat sebuah plakat yang menempel di bawah patung yang berbunyi “HANJA BANGSA JANG MENGHARGAI PAHLAWAN PAHLAWANNJA DAPAT MENJADI BANGSA JANG BESAR”. Dengan kata lain, bahwa apa yang sering disebut sebagai Tugu Tani itu sesungguhnya adalah Patung Pahlawan. Bahwa petani adalah juga pahlawan bagi negerinya. Pahlawan bukan hanya tentara yang berjuang di medan perang, melainkan juga di tengah sawah. Asal tahu, Presiden Soekarno memberi nama resmi patung tersebut Patung Pahlawan bukan Patung Tugu Tani atau Monumen Tani.  

Dan profesi Guru, bukankah sering disebut sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa? Sebutan itu sebuah sindiran ketika sekian tahun yang lalu profesi guru di negeri ini kurang begitu dihargai oleh pemerintah. Syukurlah belakangan nasib guru sudah menjadi lebih baik ketimbang sebelumnya. Tetapi dengan atau tanpa tanda jasa, sebutan itu sudah menegaskan bahwa profesi Guru adalah juga Pahlawan. Guru adalah pahlawan yang berjuang di medan pendidikan untuk mencerdaskan anak-anak bangsa.

Demikian pula pernah ada sebutan untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) sebagai Pahlawan Devisa. Sebutan ini juga sebuah sindiran bahwa meski mereka bekerja di luar negeri kebanyakan sebagai pembantu rumahtangga namun sudah membuktikan sebagai pihak yang sangat banyak menyumbang devisa bagi negeri ini. Padahal banyaknya TKI atau TKW itu sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah tidak mampu memberikan lapangan kerja yang memadai sehingga menjadikan mereka mengais rejeki di luar negeri.

Mereka yang menjadi juara dalam pertandingan atau perlombaan olahraga di luar negeri adalah juga para pahlawan negeri ini. Karena kemenangan merekalah maka dikumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan khidmat. Demikian pula mereka yang menjadi juara olimpiade ilmu pengetahuan di mancanegara sehingga nama Indonesia menjadi berkibar dan dikenal di dunia internasional.

Namun demikian, menjadi Pahlawan tidak harus berhadapan dengan negeri lain. Pahlawan adalah siapa saja yang telah berjuang mengorbankan waktu, jiwa dan raganya demi kebaikan orang banyak. Bahkan, seorang laki-laki yang membanting tulang untuk memenuhi hajat hidup anak isterinya adalah juga layak disebut Pahlawan Keluarga. Apalagi, bila yang berjuang itu seorang Ibu Rumahtangga. Betapa profesi menjadi Petugas Pemadam Kebakaran adalah sebuah pekerjaan mulia di negara-negara Barat. Mereka adalah pahlawan yang dibanggakan tanpa harus ada peperangan.

Apakah Kita juga Pahlawan? Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang sanggup memberikan manfaat bagi orang banyak. Kita bisa berbuat apa saja sesuai dengan kemampuan kita sendiri untuk memberikan manfaat bagi sesama, bagi bangsa dan negara. Segera mempertanyakan kemata hati kita, singsingkan lengan baju, langkahkan kaki, bergerak dengan niat yang mulia. Tunggu apa lagi.... (*)

Apakah Kita Termasuk Pahlawan

 
SMA Negeri 1 Driyorejo © 2015 - Designed by Templateism.com